Senin, 26 Agustus 2013

[ Tugas ] Resume Kegiatan OSKM 24 Agustus 2013 - Kevin Wibowo


Sabtu, 24 Agustus 2013

Hari terakhir pada OSKM 2013 ini saya sambut dengan gembira, saya datang pagi hari dengan semangat pagi langsung menuju lapangan sipil. Disana berjejer kakak-kakak taplok beserta panji-panji mereka yang meriah. Menambah semangat kami semua di pagi ini tentunya. Setelah semua hadir, kami dibagi per agama masing-masing untuk mengikuti materi tentang Visi Berdasarkan Ketuhanan. Saya sendiri mengikuti materi bersama Keluarga Mahasiswa Katolik basis 2 bersama Kak Shieren dan Kak Kristianto. Setelah pembawaan materi, kami membuat visi dan menceritakan visi kami masing-masing.

Lalu kami kembali dimobilisasi ke taman Masjid Salman. Disana kembali kami diberikan materi tentang Urgen Kemahasiswaan dan Falsafah Kemahasiswaan. Saat kami sedang dijelaskan tentang materi tersebut oleh kakak-kakak taplok, datanglah seorang yang memakai jaket almamater. Ternyata dia adalah Kak Krisna, seorang mahasiswa tingkat 4 dari prodi Arsitektur. Dia menjelaskan kembali materi tadi tentang Kemahasiswaan. Dengan berbagai slide show ia mengulang kembali materi tadi.

Materi kami hari ini selesai dan kami ditugasi untuk melakukan observasi tentang berbagai masalah yang terdapat pada lingkungan sekitar kami. Observasi ini berguna untuk mengetahui apakah kami sudah mengerti materi K3 kami dengan baik. Observasi kami lakukan di Jalan Cihampelas. Kami membahas tentang infrastruktur yang terdapat di jalan tersebut dan apa pendapat masyarakat sekitar tentang infrastruktur jalan itu. Narasumber yang kami wawancarai adalah seorang pedagang kaki lima, dua orang pejalan kaki, dan seorang tukang parkir yang bertugas disana.

Setelah tugas observasi ini selesai, kami kembali ke ITB dan langsung kembali ke lapangan SR. Dimana saat saya datang sudah banyak kelompok lain yang berkumpul. Kami kembali dibuat kaget dengan kedatangan massa kampus yang memberikan berbagai pertanyaan tentang materi yang telah kami terima sebelumnya. Sungguh situasi yang menegangkan karena massa kampus meneriaki kami saat kami menjawab ataupun ditanya. Interaksi dengan massa kampus ini dipimpin oleh satu orang moderator.

Selesainya berbagai pertanyaan dari massa kampus, kami dimobilisasi kembali menuju Saraga. Di Saraga inilah closing OSKM diadakan. Dibukanya closing OSKM ini dengan tarian daerah dan cerita yang membuat kami semua tegang tentunya. Setelah tarian dan drama dimainkan, masuklah 3 orang Trihita Karana yang memberikan nasihat pada kami. Dilanjutkan dengan masuknya Presiden KM-ITB  Kak Nyoman Anjani yang memberikan sebuah pidato. Ternyata disana hadir Rektor ITB yaitu Prof. Akhmaloka dan kembali ia memberikan pidatonya yang memotivasi kami.


Acara OSKM ini lalu ditutup dengan diterbangkannya balon-balon dengan berbagai warna dan lampu yang dipasang di setiap balon tersebut ke langit. Di kejauhan balon-balon itu tampak seperti bintang warna warni. Malam itu sungguh indah dan merupakan sebuah pengalaman berharga buat hidup saya. :)

[ Tugas ] Resume OSKM 24 Agustus 2013 - Valenikhe F.

Hari ini adalah hari terakhir OSKM 2013. Hari ini kita diwajibkan berkumpul di lapangan SR pada pukul 06.20. Setelah berkumpul kita semua di mobilisasi untuk mendapatkan mentoring agama. Dalam mentoring agama ini kita mendapatkan pertanyaan yang sedikit absurd. Yaitu tentang kepercayaan terhadap tuhan masing masing. Dari mentpring agama ini saya menjadi lebih percaya akan tuhan saya dan membuat saya yakin apa yang saya lakukan seharusnya untuk tuhan saya.Setelah kitu kami semua di mobilisasi lagi untuk mendapatkan materi tentang kemahasiswaan. Ttapi pada saat ini saya dipanghil lk untuk melaksanakan wawancara. Oleh karena itu saya tidak mengikuti materi ini.

Setelah saya selalesai wawancara sekitar pukul 15.00, saya kembali bergabung dengan kelompom saya. Tidak lama kemudian datanglah kakak kakak dari berbagai himpunan memberikan pertanyaan kepada beberapa kelompok yang ada di lapangan itu. Suasana cukup tegang karena kakak kakak himpunan memberikan pertanyaan dengan suara yang lantang.Setelah melewati suasana tegang tersebut, kita semua di mobilsasi untuk melaksanakan shalat magrib dan kemudian menuju saraga. Di saraga, kami disambut dengan penampilan yang cukup membuat saya tercengang. Dala penampilan itu menceritakan keadaan bumi yang berubah dari dulu hingga sekarang. Saya sangat terpukau dengan penampilang tersebut. Penutupan OSKM 2013 itu diisi dengan sangat meriah dan diakhiri dengan pelepasan balon gas yabg berhiaskan cahaya di dalamnya.Selesai sudah OSKM 2013 ini semoga bermanfaat dan terimakasih untuk kakak kakak panitia yang sudah menjadikan OSKM 2013 ini sangat berkesan.

Valenikhe F. N.

Minggu, 25 Agustus 2013

[ Tugas ] Resume OSKM 24 Agustus 2013 - Nitis Surti Rumingkang

Sabtu, 24 Agustus. Hari yang sepertinya penuh dengan kejutan, gembar gembor euforia hari penutupan OSKM telah tersebar sejak hari-hari sebelumnya.

Pagi ini kami berkumpul di lapangan sipil, dan kami wanita muslim kemudian dimobilisasi menuju lapangan SR. Disana kami dibagi ke dalam beberapa kelompok mentoring. Kelompok saya ditemani Kak Zahrina, Teknik Tenaga Listrik 2010. Dengan tutur katanya yang halus, beliau memberikan materi mengenai visi hidup berdasarkan ketuhanan. Diawali dengan analogi sederhana jatuhnya dedaunan dari pohon disekeliling kita. Siapa yang mengaturnya? Kak Zahrina bertanya satu persatu pada kami apa cita-cita kami. Kemudian beliau bertanya mengapa kita percaya pada ajaran agama Islam. Saya pribadi menganggap bahwa agama yang saya yakini benar karena semua hal yang terjadi sudah secara detail dijelaskan dalam satu kitab suci, Al-Quran. Perbincangan dilanjutkan dengan interaksi kami dan Zahrina yag membahas tentang ketuhanan. Sampai akhirnya kami dapat menyimpulkan bahwa setiap visi hidup yang kami miliki harus sejalan dengan ajaran-ajaran Tuhan, dengan terlebih dahulu meyakini dengan sepenuh hati bahwa Tuhan itu ada.

Pagi masih cerah, kami kembali dimobilisasi ke taman salman. Di bawah pepohonan yang rindang, kali ini berkumpul bersama kelompok. Setelah sejenak melakukan ice breaking, kakak-kakak taplok memulai memberikan materi. Diawali dengan materi "Pentingnya Kolaborasi" yang dikaikan dengan kegiatan sebelumnya yaitu membentuk formasi #UntukIndonesia. Dalam masa perkuliahan kolaborasi tentu akan sangat diperlukan. Mungkin suatu saat kami akan menemui beberapa konflik, maka hal yang perlu diperhatikan adalah 3 manajemen konflik, yaitu :

1. win win solution : dimana dilakukannya musyawarah untuk mengambil jalan tengah
2. lose win solution : dimana ada pihak yang mengalah dan dikalahkan
3. lose lose solution : dimana diikutsertakannya pihak ketiga sehingga tidak ada pihak yang diuntungkan

Kemudian dalam kolaborasi, tentu akan ditemui beberapa hambatan. Diantaranya :
- keahlian
- biaya
- waktu
- kompetisi
- kearifan konfensional

Materi dilanjutkan dengan "Wawasan Kebangsaan", cakupan didalamnya adalah; identitas bangsa, wujud cinta tanah air, realitas bangsa dan visi kebangsaan. Pada hal ini, kami ditekankan uuntuk benar-benar cinta tanah air.

Materi terakhir adalah "Urgensi Kemahasiswaan" yang mencakup beberapa sub judul, yaitu:

1. Falsafah Kemahasiswaan : Tridarma Perguruan Tinggi, Budaya Kampus, POPOPE (Posisi, Potensi, Peran)
2. Arah Gerak mahasiswa : Mahasiswa harus memiliki arah gerak diagonal, dapat vertikal (ke pemerintah) dan horizontal (ke masyarakat)
3. KM ITB : Kongres, tim beasiswa, MWA/WM, HMJ, Unit

Ke tiga materi tersebut sebenarnya dijelaskan secara rinci oleh kakak-kakak taplo, kemudian dipertegas oleh Kak Kresno dari Aristektur.


Setelah break isoma, kami diberi tugas untuk observasi ke jalan Cihampelas. Panas terik dan ransel yang bergitu berat tak menggerus semangat kami. Kembali kami meninjau suatu masalah dari segi PESTEL dan kami sempat mewawancarai beberapa narasumber.

Tugas observasi selesai, kami kembali dikumpulkan di lapangan SR. Kali ini massa kampus akan mengevaluasi seluruh materi yang kami dapat. Evaluasi ini berjalan sedikit panas karena hentakkan massa kampus pada kami. Tapi maba 2013 tak pernah buntu untuk menjawab.

from Twitter @oskm2013


Saat langit mulai jingga, kami dimobolisasi ke saraga, disana tampak banyak keunikan. Panggung mewah lengkap dengan ornamen tradisional, wayang kulit yang begitu memikat, gunukan sesuatu yang sangat membuat penasaran. Pertunjukan dimulai dengan teater tentang pemberian pusaka kepada maba 2013 yang sangat memukau. dilanjutakan dengan sambutan dan orasi, dan menyanyikan lagu mentari yang begitu menyentuh hati. Acara ini diakhiri dengan pelepasan balon-balon berwarna-warni. Malam minggu ini, langit Bandung dihiasi bintang penuh warna.

from Twitter @farah_fadh


Selesai sudah serangkaian acara OSKM ini. Begitu banyak manfaat yang dirasakan. Semoga dengan berakhirnya acara ini, berakhir pula kekanak kanakan putih abu kami. Dan kami akan siap untuk giat menuntut ilmu di kampus ganesa ini #UntukIndonesia yang lebih baik.

Terimakasih pada seluruh panitia dan massa kampus yang membuat acara ini berjalan dengan baik dan menorehkan banyak kesan baik pada diri kami.

[ Tugas ] Resume OSKM 24 Agustus 2013 - Jaya Yosnanda

24 Agustus 2013, tepat pukul 6.20 kami angkatan 2013 berkumpul di lapangan sipil institut teknologi Bandung. Kegiatan pertama kami adalah mentoring agama, saat mentoring agama kami mendapat pengetahuan mengenai visi seorang mahasiswa dalam ketuhanan yang maha esa. Disana kami mendapat berbagaia mecam pelajaran, mengenai visi kehidupan mahasiswa, dan lain-lain.

Setelah itu, agenda kami yang selanjutnya adalah pengarahan pengetahuan mengenai arti kolaborasi. Pada kesempatan kali ini kami banyak sekali mendapat pelajaran mengenai falsafah mahasiswa, budaya-budaya kampus, bagaimana mana posisi, potensi dan peran mahasiswa ditengah-tengah masyarakt luas.

Selanjutnya kami segera observasi ke tempat-tempat dimana terdapat permasalahan untuk mempraktikan apa yang telah kami pelajari. Kelompok kami kebagian di daerah cihampelas. Disana kami menemukan bahwa kurangnya kesadaran para pedagang dalam memakai fasilitas infrastruktur yang tidak digunakan sebagaimana mestinya. Disana kami mewawancarai pedagang, pejalan kaki, para tukang ojeg, dan lain-lain. Kesimpulannya adalah bahwa para pedagang kami lima khususnya yang berjualan di trotoar mereka sangat mengganggu pejalan kaki, dimana seharusnya trotoar ialah hak dari pejalan kaki itu sendiri.

Setelah observasi kami kembali ke kampus tercinta kami, disana kami diberi pertanyaan-pertanyaan oleh para masa kampus. Masa kampus itu sendiri terdiri dari beberapa himpunan. Disini kami diberi pelajaran bahwa mahasiswa mempunyai pertanggungjawaban yang sangat berat. Mereka juga mengevaluasi kami mengenai hal apa saja yang telah kami dapat setelah proses OSKM berlangsung. Tiba di akhir acara, penutupan acaranya luar biasa. Dimulai dengan pertunjukan wayang-wayang dan teaterikal mengenai kearifan lokal. Acara berlangsung meriah meskipun kami terasa lelah, tapi kami tetap semangat. Karena kami tahu, panitia sudah menyiapkan suatu hal yang terbaik untuk kami. Menurut saya acara OSKM kali ini sangat berhasil, bisa dilihat dari kinerja para panitia di lapangan mau pada saat acara berlangsung.

Terima kasih panitia OSKM!

#UNTUKINDONESIA

[ Tugas ] Resume OSKM 24 Agustus 2013 - M Sukma Alam

24 Agustus 2013, tidak terasa sudah hari terakhir OSKM. Sekitar pukul 6.20 kami berkumpul di lapangan sipil sebelum dibagi menurut agama masing-masing. Dalam forum agama kami belajar tentang membuat visi yang harus berlandaskan ketuhanan. Kami juga sharing pengalaman keagamaaan. Serta menambah dan memperdalam lmu agama kami. Setelah itu kamimobilisasi untuk berkumpul bersama taplok kelompok masing masing. Berkumpul bersama taplok.Kami belajar tentang materi kolaborasi, visi kebangsaan, dan urgensi kemahasiswaan.

Setelah itu, kami istirahat,shalat,dan makan. Waktu makan pun selesai kami bersiap untuk observasi maslah yang ada di sekitar. Dan kelompok kami mendapatkan oservasi di daerah Cihampelas. Sampai di tempat tujuan kami diahruskan mencari masalah yang terdapat pada daerah sekitar Cihampelas tersebut. Setelah diselediki kami mendapatkan bahwa masalahnya yaitu pada trotoar, keamanan, dan kenyamanan pejalan kaki. Kami melihat trotoar yang rusak dan belum diperbaiki, motor yang parkir dan melewati trotoar, pedagang, serta sampah yang berserakan. Setelah dibagi kelompok kecil.

Kelompok saya mendapat bagian mewawancara pejalan kaki. Sedangkan kelompok lain pedagang dan tukang parkir. Setelah menerima penolakan dari beberapa pejalan, akhirnya kami mendapat seseorang yang bersedia diwawancara. Ia mengutarakan bahwa dengan adanya pedagang dan motor yang diparkir sembarangan sedikit mengganggu pejalan kaki. Setelah menanyakan tentang kerja dan saran pemerintah tentang trotoar tersebut. Kami mendapat jawaban yang cukup memuaskan. Setelah itu kami kembali ke kampus tercinta. Disana kami mobilisasi untuk menunaikan shalat ashar terlebih dahulu. Setelah itu terdapat evaluasi dari materi-materi yang dilakukan oleh massa kampus. Saya pribadi cukup takjub dengan jawaban dan tanggapan kawan-kawan saya.

Sesi evaluasi pun selesai. Kami menunaikan shalat maghrib sebelum akhirnya dimobilisasi menuju saraga. Disana kami menyaksikan closing OSKM yang begitu megahnya. Tidak ketinggalan sambutan dari ketua cabinet dan rector ITB. Sekitar pukul 09.30, acara OSKM pun selesai. Rasanya cepat sekali OSKM ini, banyak sekali hal yang bias dipetik dari oskm ini.

[ Tugas ] Resume OSKM 24 Agustus 2013 - Raden Ryan Gifari

Sabtu, 24 Agustus 2013

Saya datang di daerah ITB sekitar jam 6, saya merasa ngantuk karena kurang tidur, tapi saya harus semangat karena ini hari terakhir OSKM. Saya berkumpul dengan kelompok 112 di lapangan sipil. Setelah lama menunggu, acara dimulai dengan mentoring agama yang membahas mengenai bagaimana cara membuat visi berdasarkan asas ketuhanan. Kami dipisahkan sesuai dengan agama dan kepercayaan kami masing-masing, kebetulan saya kebagian tempat di lapangan sipil juga. Setelah mentoring agama selesai kami dimobilisasi menuju lapangan SR. Setelah kami semua berkumpul kelompok 112 beserta kelompok lain dimobilisasi menuju taman ganesha dekat dengan masjid salman.

Di sana, kami mendapat materi mengenai kolaborasi, wawasan kebangsaan, dan urgensi kemahasiswaan yang mencakup penjelasan mengenai KM-ITB, MWA-WM, dan TIM BEASISWA ITB. Pada saat materi urgensi, Kak Kresno dari unit LFM ikut menjelaskan dengan cara yang menarik, sehingga yang awalnya saya ngantuk langsung fresh kembali. Setelah penjelasan, ada beberapa icebreaking yang cukup menarik dan saya tidak bisa memecahkannya. Selanjutnya acara dilanjutkan ISOMA dan setelah kelompok kami berkumpul kami ditugaskan untuk observasi mengenai masalah yang menyangkut pola pikir K-3 dan PESTEL di daerah Cihampelas, cukup dekat dengan ITB. Kami dibagi menjadi 3 kelompok dengan tujuan memudahkan observasi.

Pada awalnya kami sulit untuk mengobservasi hal apa, setelah lama berjalan menuju daerah CIWALK kami putuskan untuk mengambil hal berupa fasilitas pejalan kaki yang sudah tak nyaman. Saya dan teman-teman saya yang tergabung dalam kelompok 2, ditugaskan untuk mewawancarai tukang parkir. Untungnya kami cukup mudah untuk mendapatkan narasumbernya dan enak dalam mewawancarainya. Setelah itu kami berkumpul lagi dengan kelompok lain dan memutuskan kembali ke ITB karena waktu yang semakin tipis.

Setelah itu acara dilanjutkan dengan salat ashar dan diskusi dengan massa kampus. Saya sempat tegang karena massa kampusnya terlihat tegas, salah sedikit sudah dihujani perkataan yang waw lah. Setelah acara diskusi selesai kami dimobilisasi menuju lapangan parkir utara untuk salat magrib dan selanjutnya kami dimobilisasi lagi menuju SARAGA untuk acara closing OSKM. Acara sangat menarik, ada wayang dan cerita yang mengingatkan kita untuk tetap kembali ke tanah air ketika sudah sukses. Acara ini pun ditutup oleh Kak Nyoman Anjani selaku Presiden KM-ITB dan Bapak Akhmaloka selaku Rektor ITB. Ya OSKM ITB berakhir tetapi sangat membekas di hati saya dan semoga kelompok 112 tetap yang terbaik!

By : Raden Ryan Gifari

[ Tugas ] Resume OSKM 24 Agustus 2013 - Revie Marthensa

Pagi hari cerah kembali kami rasakan di hari yang baru. Mungkin hari ini adalah salah satu hari yang perlu tandai dalam perjalanan hidup kami karena hari ini kami akan menyelesaikan masa OSKM kami. Seperti biasa, kami datang pagi hari ke kampus ITB. Pukul 06.20 kami sudah harus tiba di lapangan dekat gedung Teknik Sipil. Dan saat kami tiba, kami sudah disambut oleh para kakak taplok yang sudah menunggu kami di lapangan itu.

Setelah kami menunggu teman-teman kami satu angkatan datang, kami dimobilisasi menuju ke unit agama kami masing-masing. Saya bergabung dengan unit agama saya yaitu Keluarga Mahasiswa Katolik (KMK) di sekitar labtek VII dan GKU Timur. Di sana kami berkumpul kami di basis kami masing-masing bersama orang tua basis kami.

Di dalam basis, kami berbincang-bincang, diskusi bersama, bermain tebak-tebakan bersama, dan juga menerima materi OSKM yang baru, yaitu tentang visi hidup. Inti dari materi ini adalah ketika kita membuat sebuah visi, visi yang kita buat harus berdasarkan prinsip ketuhanan dan kebebasan substansial. Prinsip ketuhanan dalam hal ini adalah kasih, pelayanan, pengorbanan, dan kita harus mengenal rencana Tuhan ke depan untuk hidup kita yang sudah pasti itu adalah jalan yang terbaik untuk kita. Sedangkan kebebasan substansial pada prinsipnya adalah kebebasan yang bertanggung jawab dan tidak melanggar HAM. Di akhir sesi kami bersama-sama membuat visi hidup kami berdasarkan materi yang sudah kami terima, dan juga berdasarkan metode SMART, yaitu spesific, measurable, action-oriented, realistic, dan time-bound.

Setelah berkumpul dengan unit agama, kami kembali berkumpul kembali bersama kelompok OSKM kami, dan bersama taplok kelompok kami tentunya. Kami berkumpul di sisi barat masjid Salman. Di sana kami kembali menerima materi baru OSKM. Materi yang pertama adalah mengenai kolaborasi. Kolaborasi adalah hal yang sangat penting dalam hidup kita, baik hidup di dalam kampus maupun hidup dalam masyarakat umum. Di dalam kolaborasi, pasti diperlukan suatu diskusi, dan di dalam diskusi, sudah pasti ada yang namanya konflik atau perbedaan pendapat. Tapi ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk memanajemen konflik-konflik tersebut, yakni metode lose-lose, lose-win, dan win-win. Dan metode yang tebaik adalah metode win-win, karena dengan metode ini, kedua pihak yang berbeda pendapat tidak ada yang dikalahkan. Dengan kata lain, kedua pihak ini “menang”. Cara yang terbaik adalah dengan musyawarah. Dengan musyawarah, kita bisa mengambil jalan tengah dari kedua pendapat yang berbeda.

Materi yang kedua adalah mengenai wawasan kebangsaan. Poin-poin penting dalam materi ini adalah tentang identitas bangsa, cinta tanah air, realitas bangsa, dan visi kebangsaan. Kita mencintai tanah air kita karena kita lahir dan dibesarkan di tempat ini. Namun kita tahu bahwa negeri ini bukanlah negeri yang sempurna. Tapi kita tetap harus mencintai negeri ini, bahkan kitalah yang harus mengubah negeri ini untuk menjadi semakin sempurna.

Materi yang terakhir adalah mengenai urgensi kemahasiswaan. Urgensi kemahasiswa dibagi menjadi tiga poin penting, yaitu falsafah kemahasiswaan, arah gerak mahasiswa, dan KM ITB. Falsafah kemahasiswaan ada tiga, yaitu Tri Dharma Perguruan Tinggi yang terdiri dari penelitian, pendidikan, dan pengabdian kepada masyarakat, kedua adalah budaya kampus seperti integritas akademik, wawasan kebangsaan, peduli lingkungan, inovasi, kewirausahaan, dekat dengan masyarakat dan alam, berjiwa pemimpin, budaya menulis, apresiasi, dan diskusi, dan yang ketiga adalah popope, yaitu posisi, potensi, dan peran mahasiswa. Posisi mahasiswa adalah sebagai masyarakat sipil yang berpendidikan. Potensi mahasiswa adalah sifat kritis, idelis, mandiri, semangat, wawasan dan jaringan yang luas, dan multidisiplin ilmu. Dan peran mahasiswa adalah sebagai agent of change (agen perubahan), iron stock, guardian of value, dan role model (teladan). Arah gerak mahasiswa dibagi menjadi dua, yaitu vertikal atau hubungan dengan pemerintahan, dan horizontal atau hubungan dengan masyarakat. Dan yang ketiga adalah struktur organisasi KM ITB. Badan tertinggi adalah kongres yang merupakan badan legislatif sekaligus pengawas kerja kabinet, di bawahnya terdapat kabinet yang merupakan pelaksana kebijakan, di samping kabinet terdapat tim beasiswa dan Majelis Wali Amanat Wakil Mahasiswa (MWA-WM). Tim beasiswa mengurusi beasiswa mahasiswa, dan MWA-WM adalah penghubung antara rektorat dan mahasiswa. Di bawah kabinet terdapat himpunan mahasiswa jurusan dan unit kemahasiswaan. Setiap himpunan mengirimkan satu wakilnya untuk duduk dalam kongres.

Setelah selesai menyelesaikan materi, kami diperbolehkan istirahat dan sholat. Setelah itu kami berangkat menuju jalan Cihampelas untuk melakukan tugas observasi masalah berdasarkan metode PESTEL, yaitu politik ekonomi sosial teknologi lingkungan. Masalah yang kami pilih adalah fasilitas trotoar untuk pejalan kaki. Kami melihat trotoar di jalan Cihampelas sangat memprihatinkan. Permukaan trotoar banyak yang tidak rata, sampah sering berserakan, beberapa bagian bahkan dipakai untuk parkir motor, dan yang paling parah adalah pedagang kaki lima yang memakan tempat di trotoar jalan. Kami mewawancarai empat orang narasumber yang terdiri dari dua orang pejalan kaki, satu orang tukang parkir, dan satu orang pedagang kaki lima. Hasilnya berpendapat bahwa fasilitas pejalan kaki di Jalan Cihampelas masih kurang nyaman dan aman.

Setelah itu kami kembali ke kampus Ganesha bersama taplok kami dan melanjutkan acara dengan interaksi bersama massa kampus. Kami dikumpulkan per tiga puluh kelompok untuk melakukan interaksi. Terdapat satu orang moderator yang memimpin jalannya forum. Interaksi berjalan lancar dan menurut saya banyak hal yang saya dapat dalam interaksi ini, khususnya bahwa saya adalah salah satu dari banyak potensi muda yang dimiliki Indonesia untuk bisa memajukan negeri ini ke arah yang lebih baik.

Setelah interaksi, kami dimobilisasi ke lapangan saraga untuk melaksanakan closing OSKM. Acara diawali dengan pertunjukan wayang di atas panggung, kemudian ada prosesi penutupan OSKM berupa semacam tarian dan drama. Setelah itu kami mendengarkan pidato dari presiden kabinet yaitu Kak Nyoman Anjani, dan pidato dari rektor kami, Bapak Prof. Akhmaloka. Pada intinya pidato mereka menekankan pada hal rasa cinta tanah air. Dan acara closing ditutup dengan menerbangkan balon yang diberi lampu, sehingga balon-balon tersebut terbang sambil berkelap-kelip seperti bintang. Malam yang sangat indah dan tidak akan saya lupakan sepanjang hidup saya. Ini adalah langkah awal saya untuk berkarya di kampus ini.

Posted by: Revie Marthensa